Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

Salahkah Cinta


“Rindu. Sungguh aku tak mampu menahan lebih lama tentang rasa ini. Aku terjebak dalam lingkaran cinta buta yang tak dihalalkan. Namun apa dayaku ketika cinta menyapa dan aku tak mampu menghindar. Apakah semua salahku dengan getar indah yang selalu kurasa ketika berada di dekatmu, atau salahku juga ketika mimpi hadir tentang indahnya kebersamaan antara kita. Aku begitu tulus mencintaimu, tak bolehkah aku berharap menjadi bagian dari dirimu ketika cinta menjadi halal dan ketika rindu tak lagi menjadi rasa bersalah. Aku akan tetap bersabar dengan rasa cintaku meskipun aku akan menjadi yang ketiga setelah istri dan anakmu”.

Senin, 28 Maret 2011

NGAMBEK

Pagi ini seperti biasa, aku menyiapkan menu sarapan sekaligus makan siang. Bukan suatu yang mudah
buat seorang ibu rumah tangga merangkap seorang wanita pekerja untuk menyiapkan pergantian menu
setiap hari, dan belum lagi masih harus dibatasi oleh persediaan di warung yang kadang tidak sesuai
dengan daftar menu yang telah susah payah dirancang malam sebelumnya. Dengan segala keterbatasan,
jadilah menu untuk hari ini adalah teri goreng tepung, cumi kuah, sambal terong, dan tumis buncis.

Senin, 14 Februari 2011

TAK BOLEHKAH AKU MENCINTA

“8 Juli 2010. Cinta, terlalu sulit untuk dimengerti, terlalu susah untuk mampu dipahami. Cinta selalu jadi misteri ketika dia datang pada sekeping hati, ketika dia menyentuh dasar hati, relung hati yang paling dalam, ketika diri tak mampu untuk menghindar. Ketika dia menyisakan rasa sakit dan perih, pedih karena tak mampu mendapatkan hati yang dikasihi, ketika diri ingin selalu bersama terkasih, tapi larangan, batasan, dan jarak memisahkan.

Siapakah yang patut  dipersalahkan ketika cinta akhirnya menyapa. Tak cukupkah derita dan air mata menahan rindu dan keinginan bersama. Apakah hukuman atas derita hati ini belum cukup sebagai penebus dosa dan salah. Mengapakah lagi harus merasakan kehampaan, sepi, dan sunyi sendiri ketika tak bersama yang tercinta”.

Kututup buku diaryku, kucoba pejamkan mataku. Malam telah sangat larut. Desir angin berhembus pelan memasuki kamar tidurku. Semakin kurasa sepi itu, rindu itu, dan semakin kuterpuruk dalam rasa bersalah, rasa berdosa karena memendam cinta yang terlarang.  Bukan ku tak lelah ketika harus terus bertahan dengan semua rasa ini, bukan ku tak ingin membebaskan diriku dari cinta ini, tapi aku masih tak mampu ketika dia yang kurindu selalu memberikan debar dan getar di hatiku.

Jumat, 19 November 2010

Suamiku


Beberapa hari ini aku lihat dia begitu diam, tapi aku tak berani mencari tahu. Aku tahu dia sedang tak ingin diganggu. Aku sungguh terkejut ketika aku buka file di komputernya. Aku menemukan begitu banyak tulisan tentang perasaannya. Dia ternyata menyimpan cinta yang lain, bukan aku. Tak kuasa kutahan, air mata ini akhirnya jatuh. Kurang apa aku dengan seluruh pengobananku, dengan seluruh perjuanganku untuk mendapatkan cintanya karena ternyata dia tak pernah mengingat itu semua.

RAJA AMPAT TOURISM

  RAJA AMPAT TOURISM Raja Ampat is one of the most famous tourist destinations in Indonesia, located in Southwest Papua Province. The beauty...